PERNAPASAN (RESPIRASI)
Salah satu ciri makhkluk hidup adalah melakukan pernapasan (respirasi). Respirasi adalah suatu peristiwa tubuh kekurangan oksigen kemudian oksigen yang berada di luar tubuh dihirup (inspirasi) melalui organ pernapasan dan dalam keadaan tertentu bila tubuh kelebihan karbondioksida maka tubuh berusaha untuk mengeluarkannya dari dalam tubuh dengan cara mengehembuskan napas (ekspirasi) sehingga terjadi suatu keseimbangan antara oksigen dan karbondioksida dalam tubuh. (Syaifuddin, 2011).
Pengertian pernafasan dan Respirasi:
- Pernapasan (breathing) artinya menghirup dan menghembuskan napas. Oleh karena itu, bernapas diartikan sebagai proses memasukkan udara dari lingkungan luar ke dalam tubuh dan mengeluarkan udara sisa dari dalam tubuh ke lingkungan
- Respirasi (respiration) berarti suatu proses pembakaran (oksidasi) senyawa organik (bahan makanan) di dalam sel sehingga diperoleh energi. Energi yang dihasilkan dari respirasi sangat menunjang sekali untuk aktifitas tubuh.
Oleh karena itu, kegiatan pernapasan dan respirasi sebenarnya saling berhubungan.
Pernafasan dibagi menjadi dua tahap berdasarkan tempatnya yaitu:
Pernafasan dibagi menjadi dua tahap berdasarkan tempatnya yaitu:
- Pernafasan External : Pertukaran gas antara udara pada paru dan darah dan terjadi transport oksigen dan karbondioksida pada darah
- Pernafasan Internal : Pertukaran gas antara darah dan jaringan
- pernapasan eksternal dan pernapsan internal. Pernapasan eksternal adalah rangkaian proses pertukaran oksigen dengan karbondioksida antara tubuh dengan lingkungan eksternal.
- Pernapasan internal adalah proses metabolisme penggunaan oksigen serta pembentukan karbondioksida dan air yang terjadi pada mitokondria di dalam sel (intrasel).
- Mengambil oksigen (O2) dari atmosfer ke dalam sel-sel tubuh
- Melepaskan karbondioksida (CO2) yang dihasilkan oleh sel-sel tubuh ke atmosfer
- Merupakan jalur untuk pengeluaran air dan panas
- Membantu mempertahankan keseimbangan asam basa dengan mengubah jumlah CO2 dan H2CO3 sebagai penghasil ion H+.
- Memungkinkan berbicara, menyanyi atau pembentukan vokal lainnya
- Merupakan sistem pertahanan terhadap benda asing yang terhirup
- Mengeluarkan, memodifikasi, mengaktifkan atau menginaktifkan berbagai bahan yang mengalir melewati sirkulasi paru-paru
- Meningkatkan aliran balik vena akibat aktivitas pernapasan
- Sebagai indra penciuman, yang dilakukan oleh organ pernapasan
1. Organ Penyusun Sistem Pernapasan dan Mekanisme Pernapasan
a. Organ
1) Hidung
Gambar Struktur Anatomi Hidung
Udara yang masuk melalui hidung mengalami penyaringan oleh rambut-rambut getar dan diatur kelembapan dan suhunya. Hidung berfungsi sebagai pelindung dan penyaring dilakukan oleh vibrissa, lapisan lendir dan enzim lisozim. Vibissa adalah rambut pada vestibulum nasi yang bertugas sebagai penyaring debu dan kotoran. Debu kecil dan kotoran (partikel kecil) yang masih dapat melewati vibrissa akan melekat pada lapisan lendir dan selanjutnya dikeluarkna oleh refleks bersin. Jika di dalam udara terdapat bakteri, maka enzim lisozim yang menghancurkannya (Syaifuddin, 2006)
Fungsi hidung
- Menghangatkan udara, setelah melewati faring suhu udara sekitar 36 0C
- Sejumlah udara dilembabkan sebelum melewati hidung dan saat mencapai faring kelembaban udara menjadi sekitar 75 %
- Udara disaring lebih banyak oleh bulu-bulu hidung dan partikel di atas rongga hidung disaring oleh rambut vestibular
Pada pernapasan biasa, udara yang masuk celah olfaktori sebesar 5-10%, sedangkan ketika menghirup udara dengan keras udara pernapasan yang masuk sebesar 20%
2) Tekak (faring)
Gambar Struktur Anatomi Faring
Rongga faring dibagi menjadi 3 bagian:
a) Bagian sebelah atas yang sama tingginya dengan koana disebut nasofaring
b) Bagian tengah yang sama tingginya dengan istmus fausium disebut orofaring
c) Bagian bawah disebut laringofaring
3) Nasofaring adalah bagian yang terletak di belakang hidung di atas palatum yang lembut. Pada dinding posterior terdapat lintasan jaringan limfoid disebut tonsil faringeal (adenoid). Nasofaring dilapisi membran mukosa bersilis yang merupakan lanjutan membran yang dilapisi bagian hidung.
Orofaring terletak di belakang mulut di bawah palatum lunak, dimana dinding lateralnya saling berhubungan. Di antara lipatan dinding ini, ada yang disebut tonsil palatum
4) Pangkal tenggorokan (laring)
Gambar Anatomi Struktur Faring
Laring dilapisi oleh selaput lendir, kecuali pita suara dan bagian epiglotis yang dilapisi oleh sel epitelium berlapis. Pita suara ini berjumlah 2 buah: (1) ventrikularis pita suara palsu dibagian atas (2) vokalis, pitas suara sejati yang terdapat 2 buat otot. Oleh gerakan 2 buah otot ini maka pita suara dapat bergetar dengan demikian pita suara (rima glotidis) dapat melebar dan mengecil, sehingga terbentuk suara. Tinggi rendah suara dipengaruhi oleh panjang dan tebalnya pita suara. Dan hasil akhir suara ditentukan oleh perubahan posisi bibir, lidah dan platum mole
5) Batang tenggorokan (trakea)
Gambar Struktur Anatomi Trakea
Trakea berjalan dari laring sampai kira-kira ketinggian vertebra torakalis kelima dan akan bercabang dua bronkus. Trakea tersusun atas enam belas sampai dua puluh lingkaran tangan lengkap berupa cincin tulang rawan yang diikat bersama oleh jaringan fibrosa dan yang melengkapi lingkaran di sebelah belakang trakea, dan beberapa jaringan otot.
Trakea dilapisi oleh selaput lendir yang terdiri atas epitelium bersilia dan sel cangkir. Sel berslia ini bergerak ke atas ke arah laring, berguna untuk mengeleluarkan benda-benda asing yang masuk bersama-sama dengan udara pernapasan.
Tulang rawan berguna untuk mempertahankan agar trakea tetap terbuka, di sebelah belakangnya tidak bersambung, yaitu di tempat trakea menempel pada esofagus, yang memisahkannya dari tulang belakang (Pearce, 1995: 214)
6) Cabang tenggorokan (bronkus)
Gambar Struktur Anatomi Bronkus
Dari trakea, terdapat dua cabang yang disebut bronkus (bronchus, jamak bronki/bronchus), masing-masing mengarah ke salah satu paru-paru. Dua bronkus terbentuk oleh trakea yang membentuk percabangan:
a) Bronkus kanan, bronkus ini lebih lebar, lebih pendek dan lebih vertikal daripada bronkus kiri, sdikit lebih tinggi dari arteri pulmonalis sehingga cenderung sering mengalami obstruksi oleh benda asing. Panjangnya sekitar 2,5 cm. Setelah memasuki hilum, bronkus kanan terbagi menjadi tiga cabang, satu untuk tiap lobus. Tiap cabang kemudian terbagi menjadi banyak cabang kecil.
b) Bronkus kiri, panjangnya sekitar 5 cm dan lebih sempit daripada bronkus kanan. Setelah sampai di hilum paru-paru, bronkus terbagi menjadi dua cabang, satu untuk tiap lobus. Tiap cabang kemudian terbagi menjadi saluran-saluran kecil dalam substansi paru.
Di dalam paru-paru, bronkus bercabang-cabang lagi menjadi saluran yang semakin halus disebut bronkiolus (bronchiole). Keseluruhan sistem saluran udara memiliki penampilan yang mirip pohon terbalik, dengan trakea sebagai batangnya. Epitelium yang melapisi cabang-cabang utama pohon respirasi ini ditutupi oleh silia dan selapis mukus yang tipis. Mukus menangkap debu, polen dan kontaminan-kontaminan mungil yang lain, dan silia yang berdenyut menggerakkan mukus ke atas menuju ke faring, tempat mukus tersebut ditelan ke dalam esofagus. Proses ini disebut eskalator mukus, memainkan peran yang penting dalam membersihkan sistem respirasi
7) Alveolus
Bronkiolus bercabang lagi membentuk saluran yang lebih halus kemudian berakhir pada gelembung yang disebut alveous. Alveolus memiliki dinding yang sangat tipis dan mengandung kapiler darah. Alveolus merupakan tempat pertukaran O2 dan CO2 secara difusi.
Alveolus terdiri atas satu lapis sel epitelium pipih dan disinilah darah hampir bersentuhan dengan udara. Membran alveolus memungkinkan terjadinya perluasan daerah permukaan yang berperan penting dalam pertukaran gas O2 dari udara bebas ke sel-sel darah dan CO2 dari sel-sel darah ke udara. Darah yang kaya CO2 dipompa dari seluruh tubuh ke dalam pembuluh darah alveolus, dimana terjadi difusi dan melepaskan CO2 dan menyerap O2

8) Paru-paru
Paru-paru adalah salah satu organ sistem pernapasan yang berada di dalam kantong yang dibentuk oleh pleura parietalis dan pleura viseralis. Kedua paru-paru sangat lunak, elastis, sifatnya ringan terapung di dalam air dan berada dalam rongga torak. Paru-paru terletak di dalam rongga dada, di kanan-kiri jantung dan di atas diafragma.
9) Pleura
Pleura adalah suatu membran serosa yang halus membentuk suatu kantong tempat paru-paru berada yang berjumlah dua buah yaitu kiri dan kanan, serta tidak saling berhubungan. (Syaifuddin, 2011: 143-157).
Pleura mempunyai dua lapisan yaitu
a) permukaan parietalis yaitu lapisan permukaan yang langsung berhubungan dengan paru-paru serta memasuki fisura paru-paru dan memisahkan lobus-lobus dari paru-paru
b) permukaan viseralis (lapisan dalam) yaitu lapisan yang berhubungan dengan fasia endotorasika dan merupakan permukaan dalam dari dinding toraks. Sesuai dengan letaknya pleura parietalis memiliki empat bagian sebagai berikut
Fungsi paru-paru adalah pertukaran gas oksigen dan karbondioksida. Pada pernapasan melalui paru-paru atau pernapasan externa, oksigen diambil melalui hidung dan mulut, pada waktu bernapas, oksigen masuk melalui trakea dan pipa bronkial ke alveoli dan dapat erat hubungan dengan darah di dalam kapiler pulmonalis.
Hanya satu lapis membran yaitu membran alveoli-kapiler, memisahkan oksigen dari darah. Oksigen menembus membran ini dan diambil oleh hemoglobin sel darah merah dan dibawa ke jantung. Dari sini dipompa di dalam arteri ke semua bagian tubuh. Darah meninggalkan paru-paru pada tekanan oksigen 100 mm Hg pada tingkat ini hemoglobinnya 95 % jenuh oksigen.
Di dalam paru-paru, karbondioksida salah satu hasil buangan metabolisme, menembus membran alveoler kapiler dari kapiler darah ke alveoli dan setelah melalui pipa bronkial dan trakea, dihembuskan ke luar melalui hidung dan mulut
Nah.. kalian sudah tau ya struktur anatomi sistem pernapasan kita. agar lebih memahami mari kita perhatikan video pernapasan berikut ini agar lebih faham
Paru-paru adalah salah satu organ sistem pernapasan yang berada di dalam kantong yang dibentuk oleh pleura parietalis dan pleura viseralis. Kedua paru-paru sangat lunak, elastis, sifatnya ringan terapung di dalam air dan berada dalam rongga torak. Paru-paru terletak di dalam rongga dada, di kanan-kiri jantung dan di atas diafragma.
9) Pleura
Pleura adalah suatu membran serosa yang halus membentuk suatu kantong tempat paru-paru berada yang berjumlah dua buah yaitu kiri dan kanan, serta tidak saling berhubungan. (Syaifuddin, 2011: 143-157).
Pleura mempunyai dua lapisan yaitu
a) permukaan parietalis yaitu lapisan permukaan yang langsung berhubungan dengan paru-paru serta memasuki fisura paru-paru dan memisahkan lobus-lobus dari paru-paru
b) permukaan viseralis (lapisan dalam) yaitu lapisan yang berhubungan dengan fasia endotorasika dan merupakan permukaan dalam dari dinding toraks. Sesuai dengan letaknya pleura parietalis memiliki empat bagian sebagai berikut
- pleura kostalis: menghadap ke permukaan lengkun kosta dan otot-otot yang terdapat di antaranya
- pleura servikalis: bagian pleura yang melewati apartura torasis superior, memiliki dasar lebar, berbentuk seperti ubah yang berada di atas diafragm
- pleura diafragmatika: bagian pleura yang berada di atas diafragma
- diafragma mediastinalis: bagian pleura yang menutup permukaan lateral mediatinum serta susunan yang terletak di dalamnya.
Fungsi paru-paru adalah pertukaran gas oksigen dan karbondioksida. Pada pernapasan melalui paru-paru atau pernapasan externa, oksigen diambil melalui hidung dan mulut, pada waktu bernapas, oksigen masuk melalui trakea dan pipa bronkial ke alveoli dan dapat erat hubungan dengan darah di dalam kapiler pulmonalis.
Hanya satu lapis membran yaitu membran alveoli-kapiler, memisahkan oksigen dari darah. Oksigen menembus membran ini dan diambil oleh hemoglobin sel darah merah dan dibawa ke jantung. Dari sini dipompa di dalam arteri ke semua bagian tubuh. Darah meninggalkan paru-paru pada tekanan oksigen 100 mm Hg pada tingkat ini hemoglobinnya 95 % jenuh oksigen.
Di dalam paru-paru, karbondioksida salah satu hasil buangan metabolisme, menembus membran alveoler kapiler dari kapiler darah ke alveoli dan setelah melalui pipa bronkial dan trakea, dihembuskan ke luar melalui hidung dan mulut
Nah.. kalian sudah tau ya struktur anatomi sistem pernapasan kita. agar lebih memahami mari kita perhatikan video pernapasan berikut ini agar lebih faham
Ok... kalian sudah belajar tentang struk anatomi organ pernapasan kita, pertemuan ke depan kita akan belajar bagaimana proses pertukaran udara pernapasan, jangan ketinggalan ya...
Tetap semangat... Tetap di rumah ajah... dan ikuti anjuran pemerintah.... see you again...






Mantap bu
ReplyDeleteBagus bu, tulisan sudah rapi
ReplyDelete